Selasa, 14 Oktober 2025

Tren Kuliner 2025 yang Unik dan Menarik bagi Gen Z

 Tahun 2025 membawa banyak inovasi dalam dunia kuliner yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga relevan dengan gaya hidup Gen Z. Generasi ini melihat makanan sebagai bagian dari ekspresi diri, medium konten, dan bahkan bentuk kepedulian terhadap isu sosial serta lingkungan.

Berikut tujuh tren kuliner 2025 yang sedang naik daun, lengkap dengan contoh kuliner yang bisa ditemukan di Indonesia:

 1. Hyper-Local Food: Masakan Daerah dengan Tampilan Modern

Makanan tradisional tak lagi disajikan secara konvensional. Di 2025, semakin banyak tempat makan yang menyajikan hidangan khas daerah dengan teknik modern dan presentasi kekinian.

📌 Contoh kuliner:

  • Rawon Risotto: Perpaduan rasa kluwek khas rawon dengan teknik risotto dari Italia.
  • Papeda Bowl: Papeda disajikan seperti poke bowl dengan topping salmon asap dan sambal colo-colo.
  • Putu Ayu Tart Mini: Kue putu ayu dikemas ulang dalam bentuk tart mungil bergaya pastry barat.

Presentasi yang estetik dan cita rasa otentik menjadikan makanan ini populer, terutama di media sosial.

Sumber: SETHLUI.com

 

2. Plant-Based 2.0: Dari “Sehat” Menjadi “Lifestyle”

Kuliner berbasis nabati tidak lagi dianggap membosankan. Di tahun ini, banyak restoran dan kafe menyajikan makanan plant-based yang kaya rasa, tampilan menarik, dan berinovasi dalam bahan.

📌 Contoh kuliner:

  • Rendang Nangka Muda: Tekstur menyerupai daging dengan bumbu rendang autentik.
  • Shroomami Burger: Perpaduan patty jamur dan alpukat dengan rasa burger yang khas.
  • Susu Oat Rasa Klepon atau Taro: Menyajikan rasa lokal dalam format modern dan ramah lingkungan.

Gen Z tertarik karena makanan ini selaras dengan gaya hidup sadar lingkungan dan tetap lezat.

Sumber: Delish

 

3Food & Tech Fusion: Teknologi di Meja Makan

Restoran masa kini mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pengalaman makan. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga interaksi yang seru dan canggih.

📌 Contoh kuliner:

  • Robot-Chef Noodles: Mie dimasak oleh robot dengan presisi suhu dan waktu.
  • Augmented Reality Menu: Pelanggan bisa melihat tampilan virtual makanan sebelum memesan.
  • AI-based Meal Suggestion: Aplikasi merekomendasikan menu berdasarkan suasana hati atau pola konsumsi.

Teknologi menghadirkan pengalaman makan yang semakin personal dan futuristik.

Sumber: Kompas.com

 

4Snackable Experience: Camilan Sekaligus Hiburan

Gen Z menyukai hal-hal yang menyenangkan dan visual. Karena itu, banyak camilan yang dibuat bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dibagikan dalam bentuk foto atau video.

📌 Contoh kuliner:

  • Es Krim yang Berubah Warna: Menggunakan bahan alami yang berubah warna saat bersentuhan dengan suhu lidah.
  • Mini Ramen Lucu: Disajikan dalam kemasan kecil dan estetik untuk konten media sosial.
  • Kopi Glow in The Dark: Menggunakan bahan fluorescent alami dan disajikan dalam gelas transparan.

Camilan jenis ini viral karena unik, lucu, dan fotogenik.

Sumber: Secret Melbourne

 

5Zero-Waste Dining: Kuliner Anti Mubazir

Restoran mulai sadar bahwa makanan yang lezat juga harus ramah lingkungan. Konsep zero-waste jadi solusi—mengolah semua bagian bahan makanan dan mengurangi limbah seminimal mungkin.

📌 Contoh kuliner:

  • Keripik Kulit Pisang: Inovasi dari sisa dapur menjadi snack gurih.
  • Minuman Ampas Kopi: Cold brew dipadukan dengan sirup dari ampas kopi.
  • Sendok Edible: Sendok yang bisa dimakan setelah digunakan.

Tren ini menunjukkan bahwa inovasi bisa datang dari kesederhanaan dan kepedulian.

Sumber: bakaba.co

 

6. Collab Food: Ketika Dunia Kuliner dan Brand Bersatu

Kolaborasi antara merek fashion, musik, hingga teknologi dengan dunia makanan semakin marak. Tujuannya bukan sekadar menjual rasa, tetapi menciptakan pengalaman dan produk yang eksklusif.

📌 Contoh kuliner:

  • Minuman Boba Edisi BTS x Chatime
  • Burger Kolaborasi Converse x Burger Lokal
  • Dessert dari Brand Skincare Lokal dengan Tema “Glow”

Kolaborasi ini menciptakan produk yang bukan hanya dimakan, tetapi juga dikoleksi dan dibagikan.

Sumber: kompas.com

 

7. Comfort Food: Makanan yang Mengerti Perasaan

Makanan mulai dirancang untuk mendukung kondisi emosional. Beberapa bahan alami digunakan untuk membantu menenangkan pikiran atau meningkatkan suasana hati.

📌 Contoh kuliner:

  • Lavender Chamomile Latte: Cocok dikonsumsi saat stres atau menjelang tidur.
  • Cokelat Pisang Madu: Dipercaya meningkatkan serotonin secara alami.
  • Kombucha Lemon Balm: Menyegarkan dan membantu menjaga mood tetap stabil.

Tren ini membuat pengalaman makan menjadi lebih personal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

Tren kuliner 2025 menunjukkan bahwa makanan kini lebih dari sekadar konsumsi. Ia telah menjadi gaya hidup, media ekspresi, dan bahkan alat komunikasi. Gen Z mendorong dunia kuliner untuk lebih kreatif, ramah lingkungan, inklusif, dan berani bereksperimen.

Untuk mendukung tren tersebut, berbagai bahan pilihan mulai dari produk makanan instan, teh herbal, hingga bahan masakan tersedia di PT TTS Mitra Abadi. Kami menyediakan berbagai bahan baku berkualitas yang siap menunjang kebutuhan industri kuliner masa kini.

Rabu, 08 Oktober 2025

SEJARAH UNIVERSITAS TANJUNG PURA

Sejarah Universitas Tanjung Pura (UNTAN) dimulai dari pendirian perguruan tinggi negri pada tanggal 20 mei 1959, yang kemudian berganti nama menjadi Universitas Dwikora, dan akhirnya secara resmi menjadi Universitas Tanjungpura pada 15 agustus 1967. Perubahan nama tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden RI nomor 171 tahun 1967.

Awal Mula: 
          • 20 Mei 1959: Universitas Dwikora didirikan di Kalimantan Barat.
          Perubahan Nama dan Perkembangan Awal: 
          • 15 Agustus 1967: Universitas Dwikora secara resmi berganti nama menjadi Universitas Tanjungpura (UNTAN) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 171 Tahun 1967.
          • Pergantian nama ini juga mempengaruhi nama fakultas-fakultas yang ada, misalnya Fakultas Pertanian UNTAN.
          Perkembangan Fakultas dan Jurusan:
          • Fakultas Pertanian: 
            Memulai dengan 2 jurusan (Pertanian dan Kehutanan) pada 1964/1965 dan memiliki sistem pendidikan hingga Sarjana Muda sebelum dapat menyelenggarakan hingga Strata-1. 
          • Fakultas Hukum: 
            Mulai memiliki tiga jurusan pada tahun 1972, kemudian mengalami perubahan berdasarkan kebijakan konsorsium ilmu hukum dan penambahan bagian-bagian baru seperti Hukum Ekonomi dan Hukum Internasional. 
          • Fakultas Teknik: 
            Pendirian Jurusan Teknik Elektro dimulai pada tahun 1965, dengan pelaksanaan pendidikan hingga Strata-1 (S1) dimulai pada tahun 1985 dan menghasilkan Sarjana Penuh pada tahun 1990. 
          • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): 
            Berakar dari IKIP Swasta yang didirikan pada 25 November 1964 untuk memenuhi kebutuhan guru di Kalimantan Barat. 
          • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 
            Wacana pendiriannya dipelopori oleh Rektor UNTAN periode 1982-1991 dan secara definitif ditetapkan pada 2006. 
          Hingga saat ini, UNTAN telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Kalimantan Barat, yang namanya berasal dari Kerajaan Tanjungpura. 
          Siapa pendiri Universitas Tanjungpura?
          Universitas Tanjungpura didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 dengan nama Universitas Daya Nasional di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai sebuah universitas swasta. Pendirinya merupakan tokoh-tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan Barat, yang dikoordinasikan langsung oleh Oevaang Oeraay.
          Berapa rata-rata biaya kuliah?
          Rata-rata biaya kuliah di Indonesia pada tahun 2021 adalah sekitar Rp14,47 juta per tahun untuk semua jenjang, namun biaya ini bervariasi tergantung jenis perguruan tinggi. Biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) rata-rata sekitar Rp12,71 juta per tahun pada 2021, sedangkan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) rata-rata sekitar Rp17,01 juta per tahun pada tahun yang sama. 
          Berikut rinciannya:
          • Tahun 2021:
            • Rata-rata nasional: Rp14,47 juta. 
            • PTN: Sekitar Rp12,71 juta per tahun. 
            • PTS: Sekitar Rp17,01 juta per tahun. 
          • Perbedaan biaya:
            • Jenis Perguruan Tinggi: PTN umumnya lebih murah dibandingkan PTS. 
            • Jurusan dan Program Studi: Biaya bisa sangat bervariasi tergantung jurusan yang diambil dan program studi, dengan tingkat biaya yang berbeda untuk setiap program studi. 
            • Faktor Tambahan: Biaya kuliah tidak hanya mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau Uang Pangkal, tetapi juga mencakup biaya pendaftaran, biaya transportasi, uang saku, dan lain-lain. 







            Rabu, 01 Oktober 2025

            Desa Wisata Jeruju Besar

             Desa Wisata Jeruju Besar merupakan wisata kolaborasi dan integrasi dari berbagai tempat wisata yang ada di Desa Jeruju Besar yang mengangkat tema wisata Rekreasi dan edukasi yang terdiri dari:

            1. Wisata Equator park

            Memiliki Unggulan daya tarik pengunjung dengan Fenomena Sunset yang terjadi di setiap Senja, juga ada pohon kelapa bercabang sembilan yang masih dapat disaksikan secara langsung oleh mata pengunjung, Kawasan Equator Park juga dilintasi oleh gari 0 derajat Garis Lintang Khatulistiwa (garis yang membelah bumi menjadi 2 bagian) juga dapat kita lihat aktivitas langsung oleh nelayan sekitar.

            2. Wisata Pokdakan Karya Baru

            Merupakan Tempat Budidaya ikan yang mengelola pakan ikan sendiri untuk mensuplay kebutuhan pakan oleh Desa bahkan untuk dipasarkan secara umum, terdapat camping ground keluarga yang ingin menikmati santai sambil memancing di perkolaman yang sudah di siapkan, juga dapat langsung belajar pengolahan pakan ikan langsung dari ahlinya, juga disediakan area panahan bagi wisatawan yang hobi memanah atau ingin belajar memanah.

            3. Wisata Religi 

            -Maqam Habib muhammad bin Abdullah Al Muthamar

            -Pondok Pesantren Mu'inul Islam yang memiliki taman anggur dengan banyak jenis anggur tentunya, disini wisatawan dapat secara langsung menikmati anggur langsung dari pohonnya, dan dengan suasana santri yang tentunya membuat wisatawan terlarut dalam ketenangan dan ketentraman, juga memiliki kolam kolam budidaya ikan air tawar.

            4. Agro Wisata Rekadena

            Merupakan destinasi wisata untuk keluarga yang memiliki pelayan yang juga lengkap tentunya, dengan konsep taman dan juga wisata edukasi, menyediakan fasilitas seperti penginapan, camping ground, flying fox, rope brodge,restoran, panahan, sampan, kolam pemancingan, spot foto.

             

            Dengan menyediakan beberapa destinasi wisata dapat memberikan pendapatan ekonomi  kepada setiap masyarakat Desa Jeruju Besar, Desa Jeruju Besar juga memiliki Pasar Tradisonal sebagai Atraksi wisatawan secara langsung berbelanja keperluan untuknya sendiri sehingga dapat memilih sesuai kemauan wisatawan.

             Juga dapat mengelilingi desa dengan suasana sore menggunakan sepeda sambil melihat aktivitas harian masyarakat seperti pengolahan kelapa dll..




            Tren Kuliner 2025 yang Unik dan Menarik bagi Gen Z

              Tahun 2025 membawa banyak inovasi dalam dunia kuliner yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga relevan dengan gaya hidup Gen Z. Gene...